Search

Tuesday, April 30, 2013

11:11 AM
1

Siapa yang tidak mengenal rumput laut? Tumbuhan yang merupakan makroalga bentik ini sering kita temukan di pesisir pantai. Sehari-hari kita menemukan mereka di dalam semangkuk es rumput laut segar serta ekstraknya yang berupa karaginan dalam berbagai produk jeli kenyal, bahan penstabil dalam produk makanan seperti es krim, obat-obatan, pasta gigi, dan lain-lain.

Salah satu spesies rumput laut yang paling banyak dimanfaatkan dan menjadi komoditas utama di pasar dunia adalah Eucheuma cottonii atau modern ini lebih dikenal dengan nama Kappaphycus alvarezii atau Kappaphycus cottonii. Spesies ini merupakan salah satu penghasil utama Kappa karaginan.

Kappaphycus alvarezii termasuk dalam jenis alga merah (Rhodophyta) dengan klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom  : Archaeplastida
Phylum     : Rhodophyta
Class         : Rhodophyceae
Order        : Gigartinales
Family      : Solieriaceae
Genus       : Kappaphycus
Species     : K. alvarezii
(Doty ex P.C.Silva in P.C. Silva, Basson & Moe 1996: 333)

Bentuk morfologinya secara umum antara lain thallusnya bercabang-cabang berbentuk pipih dengan percabangan yang tidak teratur karena diselimuti oleh nodula-nodula. Permukaannya licin,  teksturnya kenyal (cartillagenous). Meskipun tergolong sebagai alga merah, jenis rumput laut ini tidak selalu ditemukan berwarna merah. Variasi warnanya antara lain merah, hijau, hijau kuning, hingga abu-abu. Pigmentasinya tergantung kondisi lingkungan dimana ia tumbuh.

Di alam habitat tumbuhnya biasanya berupa substrat batu karang pada daerah pantai dengan terumbu karang dengan arus air laut yang tetap dengan variasi suhu harian yang kecil (Aslan, 1998). Alga ini hidup di zona pasang surut hingga zona subtidal serta membentuk koloni yang luas.

Rumput laut merah jenis Eucheuma banyak dibudidayakan karena kadar karaginan yang didapatkan darinya berkisar antara 54 – 73% dari biomassanya tergantung jenis dan lokasi tumbuhnya (Atmadja, 1996).  Jenis Kappaphycus alvarezi juga terkenal karena kecepatan tumbuhnya. Jenis ini diketahui dapat melipat gandakan biomassanya dalam 15 – 30 hari.


Kecepatan tumbuhnya yang cukup tinggi, kadar karaginan yang cukup tinggi, serta permintaan pasar yang besar menjadikan rumput laut ini sebagai salah satu komoditas unggulan. Lahan budidaya Kappaphycus alvarezii tersebar luas di seluruh Indonesia, terutama wilayah pulau Jawa dan Sulawesi.

Sumber:

Aslan, Laode M. 1998. Budidaya Rumput Laut. Kanisius; Jakarta.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan. 2004. Petunjuk Teknis Budidaya Rumput Laut. Direktorat Pembudidayaan

Kadi, A., dan W.S. Atmadja. 1988.   Rumput Laut (Algae). Jenis, Reproduksi, Produksi, Budidaya dan Pasca panen. Puslitbang Oseanologi – LIPI, Jakarta : 71 pp.


1 comments:

  1. Assalamualaikum...kak.. Bgmn caranya kita membedakan tiap jenis alga coklat yg ada??

    ReplyDelete